Sunday, July 10, 2016

Apa Aku Salah Memilikimu ?

Aku, Engkau dan tak ada lagi.

….

Ketertarikan seseorang terhadap lawan jenisnya bisa melalui beberapa faktor. Fisik, sifat, watak, bahkan kepintaran. Tapi apakah ada seseorang yang tertarik dengan lawan jenisnya karena namanya. Contohnya jika kita baru saja putus dengan sang kekasih kemudian kita menemukan sesorang yang mempunyai nama yang sama dengannya, kemudian kita tertarik kepadanya, apa ini hanya karena nama ?
Segimanapun miripnya suatu nama, namun belum tentu kita akan tertarik dengan seseorang yang meiliki nama itu jika tidak ada faktor lain. Dan apakah aku salah jika ingin memilikimu, wahai sang pemilik nama itu ?

Kamu tau, diperlukan dua orang manusia yang hebat untuk dapat menjalin suatu hubungan. Tidak bisa kita saling melengkapi. Karena jikapun aku seorang lelaki yang tidak banyak hafalan Al - Qur’an nya kemudian aku memilihmu sebagai istri karena engkau hafiz Al – Qur’an, tetapi tidak akan mungkin kamu menjadi seorang imam. Jika pun aku seorang koki yang handal masak, pasti aku akan selalu meminta kamu memasak jika dirumah. Karena itu kita harus sama – sama kuat.
Dan jika kamu memang harus memantaskan diri agar menjadi kuat. Aku maklumi itu. Karena aku pun begitu. Tetapi apakah kamu tidak mau menjadi kuat bersama – sama ? berjuang bersama – sama ?
Karena berjuang tidak sebecanda itu.


Apa aku salah memilikmu ?
Aku tau, dalam agama pacaran tidaklah dibenarkan. Tapi kepastian itu perlu diberikan. Sebagiamana kepastian dalam sebuah perjanjian. Dalam sebuah janji, kita harus tau apakah kita dapat menepatinya atau tidak. Dari situ orang yang berjanji dengan kita tidak akan bisa menunggu. Kita harus bisa memberi kepastian apakah kita bisa berjanji atau tidak. Apakah kita bisa menepatinya atau tidak.
Dan aku pun seperti itu, bukan hanya perempuan, lelaki pun sama. Memerlukan kepastian apakah kamu bisa diajak untuk berjuang atau hanya bisa di ajak untuk dibuang dalam kenangan.

Post a Comment