Friday, July 29, 2016

Terimakasih Buku, Aku Tau Dunia

"Buku, Berkat engkau Sekarang aku tau Dunia"

Sumber : Foto Pribadi

Setelah Ujian Akhir Semester, Mahasiswa dan Pelajar tentunya mempunyai kegiatan rutin yaitu: Liburan. Banyak hal yang bisa dilakukan saat waktu liburan seperti keliling kota, kumpul sama keluarga, tidur seenaknya dan bangun semaunya.
Liburan berasal dari kata “Libur” yang berarti bebas dari kegiatan apapun. Liburan seharusnya menyenangkan seperti lirik lagu yang sering kita dengar waktu kecil yang dinyanyikan oleh Tasya “Libur telah tiba,libur telah tiba, hore… hore Hatiku gembira”. Betapa senangnya waktu kita kecil dulu mendengar kata libur. Tapi sekarang, boro-boro bisa nikmatin liburan, tiap hari kerjaannya Cuma tidur, makan nonton tv.
Devinisi liburan sudah mulai tergeser dengan bertambahnya usia kita yang dibarengi dengan bertambahnya juga aktivitas kita. Liburan yang dulunya untuk bersenang-senang kini berubah makna menjadi beristirahat. Bukan hanya karena kita lelah dengan urusan kuliah, belajar ataupun kerja. Tapi makna liburan itu berubah karena list yang telah kita buat itu ternyata tidak bisa kita wujudkan karena beberapa faktor diantaranya karena kurangnya dana yang kita punya.
Biaya liburan yang setiap tahunnya mengalama inflasi menjadi momok menakutkan bagi para mahasiswa yang mempunyai impian berlibur selangit. Bayangkan saja, setiap mahasiswa pasti mempunyai rencana liburannya masing-masing. Dan rata-rata rencana tersebut membutuhkan budget yang lumayan besar. Ini sangat terbalik dengan pemasukan keuangan mahasiswa itu sendiri.

(Kebutuhan Vs Penghasilan sumber : http://suparmin.my.id/)
Tentu waktu liburan kita tidak mau terbuang begitu saja hanya karena tidak mempunyai budget yang cukup untuk berlibur. Kita bisa mengubah cara pandang kita terhadap liburan. Iya dong, lagu yang menggambarkan kalau kita bahagia menyambut liburan itu kan waktu kita masih anak – anak. Masa iya cara pandang kita juga sama kaya waktu kita masih anak – anak itu. Daripada kita sibuk tidur doang karena ga punya budget untuk liburan, mending kita coba keliling dunia dengan cara yang luar biasa, yaitu: membaca buku.
Banyak sekali buku – buku yang bisa membuat kita seolah – olah berkeliling dunia jika kita mau membacanya. Beragam jenis buku dengan judul yang bermacam – macam bisa membuat kita menjadi seorang traveller yang sering berkeliling dunia. Seperti yang dilansir oleh Hipwee, buku – buku tersebut diantaranya: The Naked Traveler (Trinity), Flying Traveler (Junanto Herdiawan), The Jilbab Traveler (Asma Nadia dkk), Titik Nol (Agustinus Wibowo), 15 Destinasi Wisata Terbaik di Indonesia (Barry Kusuma), Perjalanan ke Atap Dunia (Daniel Mahendra), Back Europe Pack, Keliling Eropa 6 Bulan Hanya dengan 1.000 Dolar (Marina S. Kusumawardhani ini) dan masih banyak lagi buku – buku lain yang mengupas keindahan dunia ini. Dengan membaca buku – buku seperti itu, dijamin pengetahuan kita tidak kalah dengan mereka yang berkeliling dengan menghabiskan uang yang tidak sedikit.
Dengan berkeliling dunia dengan buku ini, waktu liburan kita akan terasa menyenangkan dan tentu dengan pengetahuan kita menjadi semakin bertambah.

Semakin hari, jika kita semakin banyak membaca, maka semakin banyak juga kita akan mendapatkan wawasan tentang dunia. Namun, terkadang kita juga sering mendapatkan permasalahan yaitu: stok buku habis. Bayangkan saja, bagi mahasiswa yang liburannya hanya di habiskan dengan menonton tv alias tidak punya budget, membeli buku di toko buku adalah hal yang harus difikirkan beberapa kali. Buat liburan aja engga ada, apalagi buat beli buku yang hanya dipakai beberapa minggu ? seperti itu pemikiran remaja – remaja kebanyakan.


Namun sekarang, di zaman yang sudah modern ini kita tidak perlu lagi datang ke toko buku untuk membeli buku. Kalo datang ke toko untuk mejeng dan berharap suatu saat nanti ada nama kita di bawa tulisan best seller sih, harus. Zaman era teknologi seperti sekarang juga sudah merubah kebiasaan orang yang dulunya sangat gemar membaca pada media kertas, kini berubah dengan media digital. Karena peran smartphone yang membuat orang-orang lebih mengoptimalkannya. Termasuk mendapatkan informasi dan membaca segala macam referensi termasuk buku.
Seperti yang sudah dilansir oleh techinasiaMasalah tersebut yang menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta. Yang kemudian mendorong Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta meluncurkan sebuah aplikasi mobile yang menyediakan buku bacaan digital yang bisa dipinjam secara online. Bukan hanya untuk warga ibukota, aplikasi juga bisa diunduh dan diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia, melalui smartphone berbasis Android dan iOS. Menghadirkan aplikasi IJakarta sebagai solusi, aplikasi ini berfungsi layaknya perpustakaan digital dalam genggaman tangan.
Selain dari segi minat orang lebih ke arah digital. Alasan Pemda DKI membuat aplikasi IJakarta juga karena ternyata hampir semua sekolah di DKI Jakarta ingin membuat perpustakaan. Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Jika diwujudkan, anggaran yang keluar akan begitu banyak. Belum lagi untuk biaya perawatan perpustakaan tersebut. Ujak Ahok pada malam peluncuran IJakarta yang diberitakan oleh Kompas.com.
Ahok lebih lanjut menyuarakan bahwa aplikasi ini masih membutuhkan banyak donasi buku agar koleksi yang dimiliki lebih beragam. Ia juga telah menugaskan stafnya untuk menganggarkan pembelian lebih banyak buku digital agar menjadi koleksi di iJakarta. (sumber : id.techinasia.com ).
"Makanya dirumuskanlah iJakarta. Waktu dulu masih ada kekurangan harus banyak perbaikan-perbaikan," ujar Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (17/6/2016) malam.
metro.tempo.co melansir bahwa iJakarta telah menarik minat sebanyak 54.766 pengguna. Sebanyak 29.643 pengguna aktif membaca dengan durasi 40 hingga 180 menit, dan jumlah buku yang dikoleksi mencapai 12.724 buku. Sejak dilaunching pada Oktober 2015 lalu. Dengan  sistem pinjam seperti perpustakaan, saat ini sebanyak 144.899 salinan telah diunduh, sebanyak 6.547 eBook sedang diantri oleh 60.046 antrian.
Untuk diketahui, menurut liputan6.com iJakarta merupakan bagian dari gerakan Baca Buku Bareng yang diluncurkan bersamaan dengan Hari Buku Nasional. Gerakan ini adalah program bersama yang diusung Badan Perpustakan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakata, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Smart City, Perpustakaan Nasional RI, dan Yayasan Nusa Membaca.

Mengenal IJakarta dan Kemampuannnya!

Layaknya seperti perpustakaan konvensional, IJakarta juga memberikan sistem pinjam dan kembali untuk setiap buku. Untuk meminjam buku, pengguna hanya perlu mendaftar menggunakan email atau sosial media miliknya.
  1. Kita harus men-download aplikasi IJakarta sesuai dengan platform yang kita miliki. Untuk Android bisa di download melalui Play Store, Untuk pengguna iOS bisa di download melalui App Store dan untuk di PC berbasis Windows bisa juga download melalui ijakarta.co/download . Setelah download silahkan install aplikasi IJakarta tersebut.
  2. Setelah itu untuk dapat menggunakan fitur IJakarta seperti meminjam buku, kita harus Login terlebih dahulu. cara nya dengan menggunakan tombol yang ada pada kanan atas.
  3. Login di Ijakarta bisa menggunakan Email atau jejaring sosial seperti facebook yang telah kita miliki.
  4. Tahap selanjutnya adalah memasukan email dan password.
  5. Jika email kita belum terdaftar, maka kita perlu untuk daftar terlebih dahulu.
  6. Setelah mengisi form pendafaran, buka email dan konfirmasi akun IJakarta kita.
  7. Buka IJakarta lagi, dan kemudian kita langsung bisa menggunakan fitur-fitur yang ada pada IJakarta.
  8. Di halaman awal IJakarta tersedian Rekomendasi bacaan untuk kita. Jika aplikasi IJakarta ini sudah lama kita pakai, Halaman ini akan terisi otomatis dengan daftar buku sesuai dengan buku yang sering kita baca.
  9. Apabila kita sudah mempunyai genre buku sendiri, maka IJakarta juga mempunyai fitur Kategori.
  10. Untuk meminjam buku, kita hanya perlu memilih buku yang ingin kita pinjam. Kemudian dibawah buku tersebut terdapat tombol "Pinjam" atau "Dapatkan Buku".
  11. Membaca Sinopsis sebelum meminjam buku.
  12. Dan setelah kita meng-klik tombol "pinjam". langkah selanjutnya adalah kita diminta memasukan password.

  13. Setelah itu, buku akan otomatis (jika kita tidak mengantri) masuk ke dalam rak buku kita yang siap untuk di baca
Itu adalah penjelasan singkat tentang aplikasi IJakarta ini. sebenarnya masih banyak lagi dan akan terus di update lagi fitur-fitur yang ada pada IJakarta ini.

Untuk selengkapnya kita bisa mengunjungi website resmi IJakarta.



Semoga kita bisa bertemu di ujung Khayalan yang pasti ini.
Selamat membaca dan mari berkeliling dunia bersama!  
Baca Buku Buka Dunia! 



Ade Sulaeman
Universitas Esa Unggul Jakarta
Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA 2016)
 Categories :

Post a Comment